AS perpanjang jeda tarif dengan China selama 90 hari lagi, ketika keduanya hampir capai kesepakatan baru

AS perpanjang jeda tarif dengan China selama 90 hari lagi, ketika keduanya hampir capai kesepakatan baru

Trump Perpanjang Jeda Tarif 90 Hari Lagi – Kesempatan Baru Terbuka

90 hari lagi

Majalah Stone Rolling Indonesia – Pada 11 Agustus 2025, Presiden Donald Trump menandatangani executive order untuk memperpanjang jeda tarif dengan China selama 90 hari. Keputusan itu muncul hanya beberapa jam sebelum jeda sebelumnya berakhir 90 hari, sehingga mencegah lonjakan tajam tarif yang bisa menghentikan arus perdagangan antara dua raksasa ekonomi dunia. Jeda tarif ini menunda eskalasi lebih lanjut dan memberi ruang negosiasi baru.

Mengapa Perpanjangan Itu Penting Sekarang?

Trump memperpanjang jeda itu karena negosiasi dengan China terus berjalan intensif. Para diplomat dari kedua negara bertemu di beberapa kota—Geneva, London, Stockholm—dengan harapan mencapai kesepakatan menyeluruh. Perpanjangan jeda tarif ini berfungsi sebagai penopang stabilitas pasar menjelang libur Natal dan lonjakan permintaan musim akhir tahun.

Apa Saja Ketentuannya?

Pada saat jeda ini, tarif AS ke China tetap 30%, sementara China mempertahankan tarif 10% atas barang-barang AS. Tanpa perpanjangan, tarif AS bisa melonjak hingga 145% dan China bisa menambah menjadi 125%, yang berpotensi menghasilkan embargo dagang de facto. Perpanjangan ini mencegah skenario tersebut.

Dampak Ekonomi & Reaksi Pasar

Ekstensi jeda ini mengurangi ketidakpastian ekonomi dan memungkinkan pelaku bisnis merencanakan produksi serta distribusi dengan lebih baik. AS secara khusus bergantung pada impor elektronik, alat rumah tangga, dan suku cadang dari China untuk persiapan musim belanja akhir tahun. China juga mengandalkan pasar AS untuk ekspor produk-produk manufaktur.

Sean Stein, Presiden US‑China Business Council, menyebut perpanjangan itu “krusial” untuk memberi waktu korporasi merencanakan strategi jangka menengah hingga panjang.

Agenda Negosiasi: Fokus Utama yang Terbuka

Negosiasi bilateral kini berfokus pada beberapa isu kunci:

  • Kelangkaan rare earth minerals: AS berupaya menjamin kelancaran pasokan bahan strategis penting untuk teknologi tinggi. Cina sudah memulai pemulihan aliran ekspor sejak Juni.

  • Peningkatan pembelian kedelai: Trump mendesak China menggandakan pembelian produk pertanian AS, terutama kedelai. Meskipun analis mempertanyakan kelayakannya, langkah itu tetap menjadi prioritas diskusi.

  • Pembagian pendapatan dari chip AI: Dalam kesepakatan sebelumnya, Nvidia dan AMD setuju menyetor 15% pendapatan dari penjualan chip AI ke Cina kepada pemerintah AS sebagai syarat lisensi.

    Apakah Kesepakatan Sudah Dekat?

    Trump menyatakan bahwa negosiasi sudah mencapai titik positif dan dia siap bertemu Presiden Xi di akhir tahun jika kesepakatan tercapai. Warren Cutler dari Asia Society menyampaikan bahwa beberapa langkah de-eskalasi menandakan bahwa kedua negara mencoba menjembatani perbedaan.

Menghindari Eskalasi dan Peluang Diplomatik

Dengan jeda ini, Trump dan Xi berpotensi menjadwalkan pertemuan puncak, misalnya saat Konferensi Asia di Korea Selatan bulan Oktober. Trump tampak menghindari eskalasi yang bisa merusak kepercayaan pasar dan hubungan diplomatik. Ia memberi sinyal bahwa dialog dapat meredam konflik dagang dan membuka peluang kerja sama baru—dengan prioritas pada stabilitas ekonomi global dan akses pasar yang adil.

Ringkasan Akhir

  1. Presiden Trump memperpanjang jeda tarif AS–China selama 90 hari pada 11 Agustus 2025.

  2. Tarif saat ini bertahan di 30% (AS ke China) dan 10% (China ke AS).

  3. Ekstensi itu mencegah lonjakan tarif drastis, menjaga stabilitas operasional dan perdagangan.

  4. Negosiasi fokus pada pasokan bahan strategis, pembelian pertanian, dan regulasi teknologi.

  5. Pembicaraan bergerak menuju kemungkinan pertemuan puncak jika kesepakatan tercapai.

Perpanjangan jeda tarif ini membuka peluang untuk menyelesaikan perbedaan utama secara terukur, memastikan transisi menuju hubungan dagang yang lebih stabil dan menguntungkan kedua pihak. Saya siap membantu jika Anda ingin mengeksplorasi lebih lanjut—misalnya dampak spesifik sektor atau prediksi akhir negosiasi.

Baca Juga : Konflik Thailand-Kamboja Memanas, Ekonomi RI Terdampak?

One thought on “AS perpanjang jeda tarif dengan China selama 90 hari lagi, ketika keduanya hampir capai kesepakatan baru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *